Sabtu, 19 Desember 2015

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) Muhibul jamal



KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja.
Kesehatan dan keselamatan kerja cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu. Praktek K3 (keselamatan kesehatan kerja) meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan cuti sakit. K3 terkait dengan ilmu kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia, fisika kesehatan, psikologi organisasi dan industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.
Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.

·         Mengapa tempat kerja yang aman dan sehat penting?

Jika tempat kerja aman dan sehat, setiap orang dapat melanjutkan pekerjaan mereka
secara efektif dan efisien. Sebaliknya, jika tempat kerja tidak terorganisir dan banyak terdapat bahaya, kerusakan dan absen sakit tak terhindarkan, mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi pekerja dan produktivitas berkurang bagi perusahaan. Meskipun kenyataannya, para pengusaha di seluruh dunia telah secara hati-hati merencanakan strategi bisnis mereka, banyak yang masih mengabaikan masalah penting seperti keselamatan, kesehatan dan kondisi kerja. Biaya untuk manusia dan finansial dianggap besar. Menurut ILO, setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tempat kerja. Terlebih lagi, 1,2 juta pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat kerja. Angka menunjukkan, biaya manusia dan sosial dari produksi terlalu tinggi. Dalam istilah ekonomi, diperkirakan bahwa kerugian tahunan akibat kecelakaan kerja dan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan di beberapa Negara dapat mencapai 4 persen dari produk nasional bruto (PNB). Biaya langsung dan tidak langsung dari dampak yang ditimbulkannya meliputi:
 Biaya medis;
 Kehilangan hari kerja;
 Mengurangi produksi;
 Hilangnya kompensasi bagi pekerja;
 Biaya waktu / uang dari pelatihan dan pelatihan ulang pekerja;
 kerusakan dan perbaikan peralatan;
 Rendahnya moral staf;
 Publisitas buruk;                                 
 Kehilangan kontrak karena kelalaian.

Di masa lalu, kecelakaan dan gangguan kesehatan di tempat kerja dipandang sebagai bagian tak terhindarkan dari produksi. Namun, waktu telah berubah. Sekarang ada berbagai standar hukum nasional dan internasional tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dipenuhi di tempat kerja. Standar-standar tersebut mencerminkan kesepakatan luas Antara pengusaha/pengurus, pekerja dan pemerintah bahwa biaya sosial dan ekonomi dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja harus diturunkan. Sekarang dipahami bahwa semua biaya ini memperlamban daya saing bisnis, mengurangi kesejahteraan ekonomi negara dan dapat dihindari melalui tindakan di tempat kerja yang sederhana tetapi konsisten. 2 SC RE Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tempat Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tempat Kerja 2

·         Risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja adalah risiko untuk kelangsungan usaha

Tindakan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja tidak harus mahal. Namun, seperti perbaikan dalam operasional atau penjualan, hal itu perlu dilakukan sebagai komitmen jangka panjang oleh para pekerja, manajer dan perwakilan mereka. Hal ini tidak bisa hanya ditangani dalam seminggu sebelum inspeksi pabrik atau kunjungan oleh Pengawasan Ketenagakerjaan. Juga tidak bisa diabaikan begitu saja karena resesi. Pencegahan gangguan kesehatan kerja yang terkait cedera, sakit dan kematian adalah bagian kontinuitas dari hari-hari kegiatan usaha. Selain membutuhkan perhatian yang terus menerus, tindakan efektif pada keselamatan dan kesehatan kerja menuntut komitmen bersama dari pekerja dan pengusaha. Pekerja dan pengusaha harus siap untuk menghormati prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja yang diakui dengan baik. Mereka juga harus menjaga, mengikuti dan terus mengevaluasi kebijakan dan praktek-praktek yang ditetapkan. Tingkat komitmen hanya dapat dibangun jika pekerja, supervisor dan manajer bekerja sama untuk menciptakan suatu













Potensi bahaya keselamatan dan kesehatan kerja didasarkan pada
dampak korban























Dalam Tabel A, bahan-bahan bersifat racun atau asam termasuk dalam kategori A, sedangkan tikar tergulung merupakan bahaya tersandung termasuk bagian housekeeping dalam kategori B. Tentu saja beberapa hal mungkin dapat termasuk dalam kedua kategori. Misalnya api bisa ditempatkan dalam kategori A dan B. Tabel A menggambarkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja mencakup semua dampak kesehatan pada pekerja, dari keselamatan fisik sampai kesejahteraan mental dan sosial serta bahaya/risiko yang ditimbulkannya. Tidak akan mungkin bagi seorang pengusaha untuk mengidentifikasi dan menemukan solusi untuk semua elemen ini tanpa kerjasama dengan tenaga kerja. Inilah salah satu alasan lagi mengapa konsultasi antara pekerja dan manajemen sangat penting. Dua hal penting yang perlu dipertimbangkan ketika mencoba mengidentifikasi dan mengatasi risiko di tempat kerja adalah:
Manajemen harus menyediakan lingkungan kerja yang aman untuk pria, wanita, pekerja penyandang cacat dan lain-lain karena kebutuhan setiap kelompok yang mungkin berbeda. Contohnya, mengangkat benda berat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Begitu pula, zat beracun tertentu yang mengekspos para pekerja laki-laki muda dapat meningkatkan kemungkinan cacat lahir pada anak-anak. Pada risiko yang berbeda (kadang sementara dan kadang permanen), juga dapatmempengaruhi kesejahteraan pekerja. Sebagai contoh, untuk ibu menyusui dananaknya agar tetap sehat, maka ibu perlu untuk istirahat guna menyusui bayinya. Begitu pula, seorang pekerja penyandang cacat mungkin perlu ruang toilet yanglebih luas. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja harus cukupsensitif dalam mengidentifikasi dan membuat ketentuan untuk semuasituasi ini.

A.    Safety (Keselamatan kerja)
      Keselamatan dalam bekerja adalah suatu tuntutan bagi seorang teknisi mesin . Keselamatan kerja harus benar-benar di terapkan dalam bekerja , baik itu dari individu maupun dari perusahaan yang terkait, dengan terjaminnya keselamatan kerja disaat kita bekerja maka itu dapat mengoptimalkan kinerja kita, kita tidak perlu ragu dalam bekerja , lakukan saja sebagaimana mestinya atau sebagaimana prosedur yang telah ditetapkan dalam bekerja, tapi tidak melupakan resiko yang akan terjadi jika kita tidak berhati-hati dalam melakukan suatu pekerjaan.
      Keselamatan kerja adalah salah satu upaya mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dilakukan . Dan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia (Rohani atau Jasmani), merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. Dewasa ini perusahaan-perusahaan besar kelas dunia telah memprioritaskan keselamatan kerja bagi pekerjanya, mengapa ? karena tidak mudah mencari para pekerja yang telah didapatkan oleh perusahaan tersebut, jika mereka kehilangan satu orang yang memang ahli dalam bidang pekerjaannya maka disitulah mereka harus mencari penggantinya, nah karena telah kehilangan seorang pekerja, perusahaan tersebut telah mengalami berbagai kerugian mulai dari memberikan santunan kepada para pekerja , perusahaan harus menghentikan proses produksi untuk sementara sebelum mendapatkan penggantinya, nah disitu mereka harus mengeluarkan biaya lagi. Dan perusahaan yang terkait akan disorot oleh dunia industri sebagai perusahaan yang tidak baik dalam kinerja produksinya dan akhirnya reputasi perusahaan tersebut benar-benar menurun. Dan oleh karena itu projek yang akan didapatkan juga akan menurun drastis . nah itu jika ditinjau dari pengaruh keselamatan kerja bagi perusahaan yang terkait. Pekerja yang bekerja dengan penuh risiko tanpa peralatan keselamatan yang memadai.

Hasil gambar untuk contoh peralatan dalam bekerja yang menjamin keselamatan kerjahttp://mediak3.com/wp-content/uploads/2015/04/Alat-Pelindung-Diri.jpg





B.     Health (Kesehatan dalam bekerja)
      Pengertian sehat senantiasa diartikan sebagai suatu kondisi fisik, mental, dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukkan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya. Kesehatan kerja adalah ilmu kedokteran yang diterapkan di bagian ketenagakerjaan, yang bertujuan untuk mencegah penyakit akibat kerja dan meningkatkan kesehatan tenaga kerja. Tenaga kerja di suatu perusahaan harus dilindungi dari resiko-resiko pekerjaan seperti :                     fisik ( ergonomi, bising, panas, dingin, getaran, radiasi, debu ), kimia, biologi ( kuman ), dan stress karena pekerjaan. Pencegahan penyakit atau kecelakaan karena kerja dapat dicapai dengan pendekatan sistemik yang dinamakan risk assesment atau penilaian resiko kesehatan kerja. Pada risk assesment,kita melakukan identifikasi bahaya disuatu perusahaan secara detail dan menyeluruh. Kemudian bahaya tersebut kita buat klasifikasi menjadi bahaya ringan,sedang ataupun berat. Suatu perusahaan yang memiliki budaya HSE yang tinggi, akan memiliki catatan risk assesment yang lengkap dan menyeluruh.
Hygiene monitoring adalah merupakan bagian dari pencegahan penyakit akibat kerja. Suatu perusahaan harus memiliki data- data yang lengkap tentang kondisi kerja mereka,seperti data kebisingan, cahaya lampu, Nilai ambang batas kimia, gas emisi. pengukuran secara teratur mutlak diperlukan.
Program-program lain yang sering dilakukan pada kesehatan kerja adalah :               
Dengan penerapan sistem kesehatan kerja yang komprehensive dan terus menerus, maka kesehatan tenaga kerja akan terjaga dengan baik, dan sehat sampai dengan masa pensiun. Budaya kesehatan dan keselamatan yang tinggi di suatu perusahaan dapat terlihat dariprogram kesehatan kerja yang berjalan dengan baik dan tertata rapih dan komprehensive.

C. Environtment
      Baiklah kini kita akan membahas bagaimana cara mengurangi dampak negatif terhadap ligkungan dari proses produksi yang akan kita lakukan. Dalam memproduksi sesuatu kita sebagai manusia harus mengetahui apa efek terhadap lingkungan dari apa yang akan kita lakukan. Hal ini ditujukan yang terutama kepada perusaan-perusahaan . Baiklah saat ini saya akan menjelaskan bagaimana cara untuk perusahaan untuk melakukan produksi bersih dengan kata lain tidak merusak alam .  Kenapa kita harus memikirkan atau menjaga alam dari apa yang akan kita lakukan ? karena kita sebagai manusia hidup bergantung pada alam kita, baik kondisi alam kita maka baiklah kualitas hidup kita. Jika kondisi alam kita memburuk maka hidup manusia akan terancam. Dan untuk mencegah terjadinya perusakan alam pemerintah telah membuat UUD No.4 Tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok lingkungan hidup, pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk :
1.      Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana
2.      Terwujudnya manusia indonesia pembina lingkungan bukan perusak lingkungan’
3.      Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang
4.      Terlindunginya negara dari dampak kegiatan diluar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran/perusakan lingkungan.
Sebagai seorang sarjana teknik mesin kita harus memikirkan bagaimana cara untuk mengurangi dampak produksi yang kita lakukan terhadap lingkungan sekitar . mencari solusi paling tepat, walaupun tidak dapat mengurangi sepenuhnya setidaknya kita sudah dapat meminimalisasikannya.Salah satuya adalah dengan menerapkan konsep Produksi bersih.
Produksi bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan yang sifatnya mengarah pada pencegahan dan terpadu untuk diterapkan pada seluruh siklus produksi. Produksi bersih merupakan sebuah strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif atau pencegahan dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan. Hal tersebut, memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan memberikan tingkat efisiensi yang lebih baik pada penggunaan bahan mentah, energi dan air, mendorong performansi lingkungan yang lebih baik, melalui pengurangan sumber-sumber pembangkit limbah dan emisi serta mereduksi dampak produk terhadap lingkungan. Produksi bersih berfokus pada usaha pencegahan terbentuknya limbah, yang merupakan salah satu indikator inefisiensi. Dengan demikian, usaha pencegahan tersebut harus dilakukan sejak awal proses produksi dengan mengurangi terbentuknya limbah serta pemanfaatan limbah yang terbentuk melalui daur ulang. Keberhasilan upaya ini akan menghasilkan penghematan yang besar karena penurunan biaya produksi yang signifikan sehingga pendekatan ini dapat menjadi sumber pendapatan. Istilah produksi bersih mulai diperkenalkan oleh UNEP (United Nations Environment Program) pada bulan Mei 1989 dan diajukan secara resmi pada bulan September 1989 pada seminar The Promotion of Cleaner Production di Canterbury, Inggris. Indonesia sepakat untuk mengadopsi definisi yang disampaikan oleh UNEP tersebut.
Beberapa kata kunci yang perlu dicermati dalam produksi bersih adalah pencegahan, terpadu, terus-menerus dan mengurangi risiko. Dalam strategi pengelolaan lingkungan melalui pendekatan produksi bersih, segela upaya dilakukan untuk mencegah atau menghindari terbentuknya limbah. Keterpaduan dalam konsep produksi bersih dicerminkan dari banyaknya aspek yang terlibat seperti sumber daya manusia, teknik teknologifinansialmanajerial dan lingkungan. Strategi produksi bersih menekankan adanya upaya pengelolaan lingkungan secara terus-menerus. Suatu keberhasilan atau pencapaian target pengelolaan lingkungan bukan merupakan akhir suatu upaya melainkan menjadi input bagi siklus upaya pengelolaan lingkungan berikutnya. Mengurangi risiko dalam produksi bersih dimaksudkan dalam arti risiko keamanan, kesehatan, manusia dan lingkungan serta hilanganya sumber daya alam dan biaya perbaikan atau pemulihan. Produksi bersih diperlukan sebagai suatu strategi untuk mengharmonisasikan upaya perlindungan lingkungan dengan kegiatan pembangunan atau pertumbuhan ekonomi, mencegah terjadinya pencemaran lingkungan, memelihara dan memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang, mencegah atau memperlambat terjadinya proses degradasi lingkungan dan pemanfaatan sumberdaya alam melalui penerapan daur ulang limbah serta memperkuat daya saing produk di pasar internasional.

Prinsip-prinsip pokok dalam produksi bersih adalah :
Ø  Mengurangi atau meminimumkan penggunaan bahan baku, air, dan energi serta menghindari pemakaian bahan baku beracun dan berbahaya serta mereduksi terbentuknya limbah pada sumbernya, sehingga mencegah dari atau mengurangi timbulnya masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan serta risikonya terhadap manusia.
Ø  Perubahan dalam pola produksi dan konsumsi berlaku baik terhadap proses maupun produk yang dihasilkan, sehingga harus dipahami betul analisis daur hidup produk.

Ø  Upaya produksi bersih tidak dapat berhasil dilaksanakan tanpa adanya perubahan dalam pola pikir, sikap dan tingkah laku dari semua pihak terkait baik dari pihak pemerintah, masyarakat maupun kalangan dunia (industriawan). Selain itu juga, perlu diterapkan pola manajemen di kalangan industri maupun pemerintah yang telah mempertimbangkan aspek lingkungan


Ø  Mengaplikasikan teknologi akrab lingkungan, manajemen dan prosedur standar operasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak selalu membutuhkan biaya investasi yang tinggi, kalaupun terjadi seringkaliwaktu yang diperlukan untuk pengembalian modal investasi relatif singkat.

Ø  Pelaksanaan program produksi bersih ini lebih mengarah pada pengaturan sendiri dan peraturan yang sifatnya musyawarah mufakat dari pada pengaturan secara command control. Jadi, pelaksanaan program produksi bersih ini tidak hanya mengandalkan peraturan pemerintah saja, tetapi lebih didasarkan pada kesadaran untuk mengubah sikap dan tingkah laku.


Ø  Produksi bersih dapat dijadikan sebuah model pengeloaan lingkungan dengan mengedepankan efisiensi yang tinggi pada sebuah industri, sehingga timbulan/hasil limbah dari sumbernya dapat dicegah dan dikurangi. Penerapan produksi bersih akan menguntungkan industri karena dapat menekan biaya produksi, adanya penghematan, dan kinerja lingkungan menjadi lebih baik. Penerapan produksi bersih di suatu kawasan industri dapat digunakan sebagai pendekatan untuk mewujudkan Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan.

a. Manfaat Lingkungan Yang Aman Dan Sehat
Jika perusahaan dapat menurunkan tingkat dan beratnya kecelakaan – kecelakaan kerja, penyakit, dan hal – halyang berkaitan dengan stress, serta mampu meningkatkan kulitas kehidupan kerja para pekerja, perusahan akan semakin efektif. Peningkatan – peningkatan terhadap hal ini akan mengasilkan :
· Mengingkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang
· Meningkatnya efisensi dan kualitas kerja yang lebih berkomitmen
· Menurunnya biaya – biaya kesehatan dan asuransi
· Tingkat Kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim
· Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan
· Rasio seleski tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra perusahaan

b. Kerugian Lingkungan Kerja Yang Tidak Aman dan Tidak Sehat
Jumlah biaya yang besar sering muncul karena ada kerugian – kerugian akibat kematian dan kecelakaan di tempat kerja dan kerugian menderita penyakit – penyakit yang berkaitan dengan kondisi pekerjaan
c. Gangguan Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan kerja
Baik aspek fisik maupun sosio-psikologis lingkungan pekerjaan membawa dampak kepada keselamtan dan kesehatan kerja salah satunya sebagai berikut :
1. Kecelakaan – Kecelakaan Kerja
Perusahaan – perusahaan tertentu atau departemen tertentu cenderung mempunyai tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi dari pada lainnya. Beberapa karakteristik dapat menjelaskan perbedaan tersebut Sebagai ahli menunjuk pekerja sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan. Kecelakan bergantung pada perilaku pekerja, tingakt bahaya dalam lingkungan pekerja, dan semata – mata nasib sial Pekerja Berperangai Sadis Kekerasan di tempat pekerja meningkatkan dengan pesat, dan perusahaan dianggap bertanggung jawab terhadap hal itu
2. Penyakit – Penyakit Yang Diakibatkan Pekerjaan
Sumber – sumber potensial penyakit- penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan sama beragamanya seperti gejala – gejala penyakit tersebut.
· Kategori Penyakit Yang Berhubungan Dengan Pekerjaan
Dalam jangak panjang, bahaya – bahaya di lingkungan tempat kerja dikaitkan dengan kanker kelenjar tiroid, hati, paru – paru, otak, ginjal dan lain – lain
· Kelompok – kelompok Pekerja Yang Berisiko
d.. Kehidupan Kerja Berkualitas Rendah
Bagi banyak pekerja, kehidupan kerja berkualitas rendah akan menyebabkan oleh kondisi tempat kerja yang gagal untuk memenuhi preferesnis – preferensi dan minat – minat tertentu seperti rasa tanggung jawab, keinginan akan pemberdayaan dan keterlibatan dalam pekerjaan tantangan, harga diri, pengendalian diri, penghargaan, prestasi, keadilan, keamanan, dan kepastian
e. Stress Pekerjaan
Penyebab umum stress bagi banyak pekerja adalah supervisor (atasan), salary (gaji), security (keamanan), dan safety (keselamatan). Aturan – aturan kerja yang sempit dan tekanan – tekanan yang tiada henti untuk mencapai jumlah produksi yang lebih tinggi adalah penyebab utama stress yang dikaitkan para pekerja dengan supervisor.
f. Menyiapkan Organisasi K3

Organisasi K3 yang harus ada di perusahaan yaitu P2K3 (Panitia Pembina K3) adalah jantung dari sukses sistem manajemen K3. P2K3 merupakan wadah kerjasama antara unsur pimpinan perusahaan dan tenaga kerja dalam menangani masalah K3 di perusahaan.
 Manfaat dibentuknya P2K3 adalah:
 Mengembangkan kerjasama bidang K3
 Meningkatkan kesadaran dan partisipasi tenaga kerja terhadap K3
 Forum komunikasi dalam bidang K3
 Menciptakan tempat kerja yang nihil kecelakaan dan penyakit akibat kerja

g. Sebuah bagian pengaturan
rincian tentang bagaimana kegiatan-kegiatan khusus, fungsi dan masalah yang akan dikelola, seperti:
o Identifikasi, penilaian dan pengendalian risiko;
o program pemantauan, audit, inspeksi;
o prosedur tanggap darurat;
o pertolongan pertama;
o pelaporan dan investigasi kecelakaan / insiden ;
o keselamatan untuk operasional tertentu atau misalnya peralatan
   listrik aman, bahan berbahaya dan penanganan manual;
o bagaimana kemajuan tentang keselamatan dan kesehatan akan diukur dan 
   Kebijakan akan dievaluasi.

D.      Reliabilitas

Reliabilitas, atau keandalan, adalah konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukuran dari alat ukur yang sama (tes dengan tes ulang) akan memberikan hasil yang sama, atau untuk pengukuran yang lebih subjektif, apakah dua orang penilai memberikan skor yang mirip (reliabilitas antar penilai). Reliabiltas dalam penelitian
1.     Ketergantungan (dependability).Konsep ketergantungan berkaitan erat dengan keterandalan. Hasil dari pengujian awal diharapkan akan konsisten dengan pengujian-pengujian berikutnya.
2.     Hasilnya selalu berupa numerik dan tak boleh berubah-ubah, karena merupakan karakteristik dari proses ukuran.  Reliabilitas selalu menunjukkan keandalan instrumen penelitian dalan berbagai bentuk, yakni hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang berbeda (inter-penilai), hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang sama dalam waktu berbeda (pengetesan ulang), hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang berbeda dalam waktu bersamaan dengan tes yang berbeda (bentuk paralel), dan hasil pengujian yang sama dengan menggunakan berbagai pernyataan-pernyataan membangun (konsistensi internal).
3.     Cara meningkatkan
1.      Mengonsep satu variabel dengan jelas.
2.      Setiap pengukuran harus merujuk pada satu dan hanya satu konsep/variabel. Sebuah variabel harus spesifik agar dapat mengurangi intervensi informasi dari variabel lain.
3.      Menggunakan level pengukuran yang tepat.. Semakin tinggi atau semakin tepat suatu level pengukuran, maka variabel yang dibuat akan semakin reliabel karenainformasi yang dimiliki semakin mendetail. Prinsip dasarnya adalah cobalah melakukan pengukuran pada level paling tepat yang mungkin diperoleh.
4.      Gunakan lebih dari satu indikator. Dengan adanya lebih dari satu indikator yang spesifik, peneliti dapat melakukan pengukuran dari range yang lebih luas terhadap konten definisi konseptual.

Gunakan Tes Pilot, yakni dengan membuat satu atau lebih draft atau dalam sebuah pengukuran sebelum menuju ke tahap hipotesis (pretest). Dalam penggunaan Pilot Studies, prinsipnya adalah mereplikasi pengukuran yang pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu dari literatur-literatur yang berkaitan. Selanjutnya , pengukuran terdahulu dapat dipergunakan sebagai patokan dari pengukuran yang dilakukan peneliti saat ini. Kualitas pengukuran dapat ditingkatkan dengan berbagai cara sejauhdefinisi dan pemahaman yang digunakan oleh peneliti kemudian tetap sama.

E.      Wearability
Wearability merupakan daya tahan pakai suatu benda atau alat , daya tahan pakai dibagi menjadi 2 macam yaitu : Barang tidak tahan lama (Nondurable goods). Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari 1 tahun


F.       Failure
            Failure artinya adalah kegagalan. Kegagalan dalam ilmu teknik mesin ialahterjadi dalam dua mode umum : Kegagalan Statis dan Kegagalan Kelelahan. Kegagalan Struktur Statis terjadi ketika, diatas sedang dimuat (memiliki kekuatan diterapkan) objek yang dianalisis baik istirahat atau acat plastis, tergantung pada criteria untuk kegagalan. Kelelahan kegagalan terjadi ketika objek gagal setelah sejumlah siklus bongkar muat diulang. Kelelahan kegagalan terjadi ketika ketidaksempurnaan dalam objek : Celah mikroskopis pada permukaan objek, misalnya akan tumbuh sedikit dengan setiap siklus (propagasi) sampai retak cukup besar untuk menyebabkan kegagalan utama. Kegagalan tidak hanya didefinisikan sebagai saat istirahat bagian, namun, itu didefinisikan seperti ketika bagian tidak dapat beroperasi lagi sebagaimana mestinya.
Contohnya : Kegagalan yang dimaksud disini adalah kegagalan yang tidak bisa diubah menjadi baik seperti semula , seperti pada lumpur lapindo, pengeborang minyak yang dilakukan mengalami kebocoran sehingga lumpur keluar ke permukaan bumi sehingga hal itu tidak dapat diubah seperti semula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar