Muhibul Jamal
Rabu, 27 April 2016
Sabtu, 19 Desember 2015
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) Muhibul jamal
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia
yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk
memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan
kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh
kondisi lingkungan kerja.
Kesehatan
dan keselamatan kerja cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua
organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain
yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu. Praktek K3 (keselamatan kesehatan
kerja) meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan
luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan
cuti sakit. K3 terkait dengan ilmu kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia, fisika kesehatan, psikologi
organisasi dan industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.
Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya
pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak
biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi
jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan
datang.
·
Mengapa tempat kerja yang aman dan sehat penting?
Jika
tempat kerja aman dan sehat, setiap orang dapat melanjutkan pekerjaan mereka
secara efektif
dan efisien. Sebaliknya, jika tempat kerja tidak terorganisir dan banyak
terdapat bahaya, kerusakan dan absen sakit tak terhindarkan, mengakibatkan
hilangnya pendapatan bagi pekerja dan produktivitas berkurang bagi perusahaan.
Meskipun kenyataannya, para pengusaha di seluruh dunia telah secara hati-hati
merencanakan strategi bisnis mereka, banyak yang masih mengabaikan masalah
penting seperti keselamatan, kesehatan dan kondisi kerja. Biaya untuk manusia
dan finansial dianggap besar. Menurut ILO, setiap tahun ada lebih dari 250 juta
kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena
bahaya di tempat kerja. Terlebih lagi, 1,2 juta pekerja meninggal akibat
kecelakaan dan sakit di tempat kerja. Angka menunjukkan, biaya manusia dan
sosial dari produksi terlalu tinggi. Dalam istilah ekonomi, diperkirakan
bahwa kerugian tahunan akibat kecelakaan kerja dan penyakit yang berhubungan
dengan pekerjaan di beberapa Negara dapat mencapai 4 persen dari produk
nasional bruto (PNB). Biaya langsung dan tidak langsung dari dampak yang
ditimbulkannya meliputi:
Biaya medis;
Kehilangan hari kerja;
Mengurangi produksi;
Hilangnya kompensasi bagi pekerja;
Biaya waktu / uang dari pelatihan dan pelatihan ulang pekerja;
kerusakan dan perbaikan peralatan;
Rendahnya moral staf;
Publisitas buruk;
Kehilangan kontrak karena kelalaian.
Di
masa lalu, kecelakaan dan gangguan kesehatan di tempat kerja dipandang sebagai
bagian tak terhindarkan dari produksi. Namun, waktu telah berubah. Sekarang ada
berbagai standar hukum nasional dan internasional tentang keselamatan dan
kesehatan kerja yang harus dipenuhi di tempat kerja. Standar-standar tersebut
mencerminkan kesepakatan luas Antara pengusaha/pengurus, pekerja dan pemerintah
bahwa biaya sosial dan ekonomi dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
harus diturunkan. Sekarang dipahami bahwa semua biaya ini memperlamban daya
saing bisnis, mengurangi kesejahteraan ekonomi negara dan dapat dihindari
melalui tindakan di tempat kerja yang sederhana tetapi konsisten. 2 SC RE Keselamatan
dan Kesehatan Kerja di Tempat Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tempat
Kerja 2
·
Risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja adalah
risiko untuk kelangsungan usaha
Tindakan
untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja tidak harus
mahal. Namun, seperti perbaikan dalam operasional atau penjualan, hal itu perlu
dilakukan sebagai komitmen jangka panjang oleh para pekerja, manajer dan
perwakilan mereka. Hal ini tidak bisa hanya ditangani dalam seminggu sebelum inspeksi
pabrik atau kunjungan oleh Pengawasan Ketenagakerjaan. Juga tidak bisa diabaikan
begitu saja karena resesi. Pencegahan gangguan kesehatan kerja yang terkait cedera,
sakit dan kematian adalah bagian kontinuitas dari hari-hari kegiatan usaha. Selain
membutuhkan perhatian yang terus menerus, tindakan efektif pada keselamatan dan
kesehatan kerja menuntut komitmen bersama dari pekerja dan pengusaha. Pekerja dan
pengusaha harus siap untuk menghormati prinsip-prinsip keselamatan dan
kesehatan kerja yang diakui dengan baik. Mereka juga harus menjaga, mengikuti dan
terus mengevaluasi kebijakan dan praktek-praktek yang ditetapkan. Tingkat
komitmen hanya dapat dibangun jika pekerja, supervisor dan manajer bekerja sama
untuk menciptakan suatu
Potensi bahaya
keselamatan dan kesehatan kerja didasarkan pada
dampak
korban

Dalam
Tabel A, bahan-bahan bersifat racun atau asam termasuk dalam kategori A,
sedangkan tikar tergulung merupakan bahaya tersandung termasuk bagian
housekeeping dalam kategori B. Tentu saja beberapa hal mungkin dapat termasuk
dalam kedua kategori. Misalnya api bisa ditempatkan dalam kategori A dan B.
Tabel A menggambarkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja mencakup semua
dampak kesehatan pada pekerja, dari keselamatan fisik sampai kesejahteraan
mental dan sosial serta bahaya/risiko yang ditimbulkannya. Tidak akan mungkin
bagi seorang pengusaha untuk mengidentifikasi dan menemukan solusi untuk semua
elemen ini tanpa kerjasama dengan tenaga kerja. Inilah salah satu alasan lagi
mengapa konsultasi antara pekerja dan manajemen sangat penting. Dua hal penting
yang perlu dipertimbangkan ketika mencoba mengidentifikasi dan mengatasi risiko
di tempat kerja adalah:
Manajemen harus
menyediakan lingkungan kerja yang aman untuk pria, wanita, pekerja penyandang
cacat dan lain-lain karena kebutuhan setiap kelompok yang mungkin berbeda.
Contohnya, mengangkat benda berat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko
keguguran. Begitu pula, zat beracun tertentu yang mengekspos para pekerja
laki-laki muda dapat meningkatkan kemungkinan cacat lahir pada anak-anak. Pada
risiko yang berbeda (kadang sementara dan kadang permanen), juga dapatmempengaruhi
kesejahteraan pekerja. Sebagai contoh, untuk ibu menyusui dananaknya agar tetap
sehat, maka ibu perlu untuk istirahat guna menyusui bayinya. Begitu pula, seorang
pekerja penyandang cacat mungkin perlu ruang toilet yanglebih luas. Sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja harus cukupsensitif dalam
mengidentifikasi dan membuat ketentuan untuk semuasituasi ini.
A.
Safety (Keselamatan kerja)
Keselamatan dalam bekerja adalah suatu tuntutan
bagi seorang teknisi mesin . Keselamatan kerja harus benar-benar di terapkan
dalam bekerja , baik itu dari individu maupun dari perusahaan yang terkait,
dengan terjaminnya keselamatan kerja disaat kita bekerja maka itu dapat
mengoptimalkan kinerja kita, kita tidak perlu ragu dalam bekerja , lakukan saja
sebagaimana mestinya atau sebagaimana prosedur yang telah ditetapkan dalam
bekerja, tapi tidak melupakan resiko yang akan terjadi jika kita tidak
berhati-hati dalam melakukan suatu pekerjaan.
Keselamatan kerja adalah salah satu upaya
mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dilakukan . Dan
pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak
diinginkan yang merugikan terhadap manusia (Rohani atau Jasmani), merusak harta
benda atau kerugian terhadap proses. Dewasa ini perusahaan-perusahaan besar
kelas dunia telah memprioritaskan keselamatan kerja bagi pekerjanya, mengapa ?
karena tidak mudah mencari para pekerja yang telah didapatkan oleh perusahaan
tersebut, jika mereka kehilangan satu orang yang memang ahli dalam bidang
pekerjaannya maka disitulah mereka harus mencari penggantinya, nah karena telah
kehilangan seorang pekerja, perusahaan tersebut telah mengalami berbagai
kerugian mulai dari memberikan santunan kepada para pekerja , perusahaan harus
menghentikan proses produksi untuk sementara sebelum mendapatkan penggantinya,
nah disitu mereka harus mengeluarkan biaya lagi. Dan perusahaan yang terkait
akan disorot oleh dunia industri sebagai perusahaan yang tidak baik dalam
kinerja produksinya dan akhirnya reputasi perusahaan tersebut benar-benar
menurun. Dan oleh karena itu projek yang akan didapatkan juga akan menurun
drastis . nah itu jika ditinjau dari pengaruh keselamatan kerja bagi perusahaan
yang terkait. Pekerja yang bekerja dengan penuh risiko tanpa peralatan keselamatan yang
memadai.


B.
Health (Kesehatan dalam bekerja)
Pengertian sehat senantiasa diartikan
sebagai suatu kondisi fisik, mental, dan sosial seseorang yang tidak saja bebas
dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukkan kemampuan
untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya. Kesehatan
kerja adalah ilmu kedokteran yang diterapkan di bagian ketenagakerjaan, yang
bertujuan untuk mencegah penyakit akibat kerja dan meningkatkan kesehatan
tenaga kerja. Tenaga kerja di suatu perusahaan harus dilindungi dari resiko-resiko pekerjaan seperti : fisik ( ergonomi, bising, panas, dingin, getaran,
radiasi, debu ), kimia, biologi ( kuman ), dan stress karena pekerjaan. Pencegahan penyakit atau kecelakaan karena kerja dapat
dicapai dengan pendekatan sistemik yang dinamakan risk
assesment atau penilaian resiko kesehatan kerja. Pada risk
assesment,kita melakukan identifikasi bahaya disuatu perusahaan secara detail
dan menyeluruh. Kemudian bahaya tersebut kita buat klasifikasi menjadi bahaya
ringan,sedang ataupun berat. Suatu perusahaan yang memiliki budaya HSE yang
tinggi, akan memiliki catatan risk assesment yang lengkap dan menyeluruh.
Hygiene monitoring adalah
merupakan bagian dari pencegahan penyakit akibat kerja. Suatu perusahaan harus
memiliki data- data yang lengkap tentang kondisi kerja mereka,seperti data
kebisingan, cahaya lampu, Nilai ambang batas kimia, gas emisi. pengukuran
secara teratur mutlak diperlukan.
Program-program lain
yang sering dilakukan pada kesehatan kerja adalah :
Ergonomi, health
talk ( penyuluhan kesehatan kerja ), Drugs and
equipments, Health Risk
Assesment,
Audit
Kesehatan Kerja, Hearing
Conservation Program, Respiratory
Protection Program,
Fit for work determination, Health care management, Employee Assistance
Program, Vaccination
program, konsultasi
kesehatan kerja, Medical
Emergency Response, First Aid Program.
Dengan
penerapan sistem kesehatan
kerja yang
komprehensive dan terus menerus, maka kesehatan tenaga kerja akan terjaga
dengan baik, dan sehat sampai dengan masa pensiun. Budaya kesehatan dan keselamatan
yang tinggi di suatu perusahaan dapat terlihat dariprogram
kesehatan kerja yang
berjalan dengan baik dan tertata rapih dan komprehensive.
C. Environtment
Baiklah kini kita akan membahas bagaimana
cara mengurangi dampak negatif terhadap ligkungan dari proses produksi yang
akan kita lakukan. Dalam memproduksi sesuatu kita sebagai manusia harus
mengetahui apa efek terhadap lingkungan dari apa yang akan kita lakukan. Hal
ini ditujukan yang terutama kepada perusaan-perusahaan . Baiklah saat ini saya
akan menjelaskan bagaimana cara untuk perusahaan untuk melakukan produksi
bersih dengan kata lain tidak merusak alam .
Kenapa kita harus memikirkan atau menjaga alam dari apa yang akan kita
lakukan ? karena kita sebagai manusia hidup bergantung pada alam kita, baik
kondisi alam kita maka baiklah kualitas hidup kita. Jika kondisi alam kita
memburuk maka hidup manusia akan terancam. Dan untuk mencegah terjadinya perusakan
alam pemerintah telah membuat UUD No.4 Tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan
pokok lingkungan hidup, pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk :
1.
Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana
2.
Terwujudnya manusia indonesia pembina lingkungan bukan
perusak lingkungan’
3.
Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan yang
berkelanjutan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang
4.
Terlindunginya negara dari dampak kegiatan diluar wilayah
negara yang menyebabkan pencemaran/perusakan lingkungan.
Sebagai seorang
sarjana teknik mesin kita harus memikirkan bagaimana cara untuk mengurangi
dampak produksi yang kita lakukan terhadap lingkungan sekitar . mencari solusi
paling tepat, walaupun tidak dapat mengurangi sepenuhnya setidaknya kita sudah
dapat meminimalisasikannya.Salah satuya adalah dengan menerapkan konsep Produksi bersih.
Produksi bersih adalah
strategi pengelolaan lingkungan yang sifatnya mengarah pada pencegahan dan terpadu
untuk diterapkan pada seluruh siklus produksi. Produksi bersih merupakan sebuah
strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif atau pencegahan dan
terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan
daur hidup produk dengan tujuan mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan. Hal tersebut, memiliki tujuan untuk
meningkatkan produktivitas dengan memberikan tingkat efisiensi yang lebih baik pada penggunaan bahan mentah, energi dan air, mendorong performansi lingkungan yang lebih baik,
melalui pengurangan sumber-sumber pembangkit limbah dan emisi serta
mereduksi dampak produk terhadap lingkungan. Produksi bersih berfokus pada
usaha pencegahan terbentuknya limbah, yang merupakan salah satu indikator inefisiensi.
Dengan demikian, usaha pencegahan tersebut harus dilakukan sejak awal
proses produksi dengan mengurangi terbentuknya
limbah serta pemanfaatan limbah yang terbentuk melalui daur ulang. Keberhasilan
upaya ini akan menghasilkan penghematan yang besar karena penurunan biaya
produksi yang signifikan sehingga pendekatan ini dapat menjadi sumber
pendapatan. Istilah produksi bersih mulai diperkenalkan oleh UNEP (United
Nations Environment Program) pada bulan Mei 1989 dan diajukan secara
resmi pada bulan September 1989 pada seminar The Promotion of Cleaner
Production di Canterbury, Inggris. Indonesia
sepakat untuk mengadopsi definisi yang disampaikan oleh UNEP tersebut.
Beberapa kata kunci yang perlu
dicermati dalam produksi bersih adalah pencegahan, terpadu, terus-menerus dan mengurangi risiko. Dalam strategi pengelolaan lingkungan melalui pendekatan
produksi bersih, segela upaya dilakukan untuk mencegah atau menghindari
terbentuknya limbah.
Keterpaduan dalam konsep produksi bersih dicerminkan dari banyaknya aspek yang
terlibat seperti sumber daya manusia, teknik teknologi, finansial, manajerial dan lingkungan. Strategi produksi bersih menekankan adanya upaya
pengelolaan lingkungan secara terus-menerus. Suatu keberhasilan atau pencapaian
target pengelolaan lingkungan bukan merupakan akhir suatu upaya melainkan
menjadi input bagi siklus upaya pengelolaan lingkungan berikutnya. Mengurangi
risiko dalam produksi bersih dimaksudkan dalam arti risiko keamanan, kesehatan,
manusia dan lingkungan serta hilanganya sumber daya alam dan biaya perbaikan
atau pemulihan. Produksi bersih diperlukan sebagai suatu strategi untuk
mengharmonisasikan upaya perlindungan lingkungan dengan kegiatan pembangunan
atau pertumbuhan ekonomi, mencegah terjadinya pencemaran lingkungan, memelihara
dan memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang, mencegah atau
memperlambat terjadinya proses degradasi lingkungan dan pemanfaatan sumberdaya
alam melalui penerapan daur ulang limbah serta memperkuat daya saing produk di
pasar internasional.
Prinsip-prinsip pokok dalam produksi bersih adalah :
Ø Mengurangi atau meminimumkan penggunaan bahan baku, air, dan
energi serta menghindari pemakaian bahan baku beracun dan berbahaya serta
mereduksi terbentuknya limbah pada sumbernya, sehingga mencegah dari atau
mengurangi timbulnya masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan serta
risikonya terhadap manusia.
Ø Perubahan dalam pola produksi dan konsumsi berlaku baik
terhadap proses maupun produk yang dihasilkan, sehingga harus dipahami betul
analisis daur hidup produk.
Ø Upaya produksi bersih tidak dapat berhasil dilaksanakan
tanpa adanya perubahan dalam pola pikir, sikap dan tingkah laku dari semua
pihak terkait baik dari pihak pemerintah, masyarakat maupun kalangan dunia
(industriawan). Selain itu juga, perlu diterapkan pola manajemen di kalangan
industri maupun pemerintah yang telah mempertimbangkan aspek lingkungan
Ø Mengaplikasikan teknologi akrab lingkungan, manajemen dan
prosedur standar operasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Kegiatan-kegiatan tersebut tidak selalu membutuhkan biaya investasi yang
tinggi, kalaupun terjadi seringkaliwaktu yang diperlukan untuk pengembalian
modal investasi relatif singkat.
Ø Pelaksanaan program produksi bersih ini lebih mengarah pada
pengaturan sendiri dan peraturan yang sifatnya musyawarah mufakat dari pada
pengaturan secara command control. Jadi, pelaksanaan program produksi bersih
ini tidak hanya mengandalkan peraturan pemerintah saja, tetapi lebih didasarkan
pada kesadaran untuk mengubah sikap dan tingkah laku.
Ø Produksi bersih dapat dijadikan sebuah model pengeloaan
lingkungan dengan mengedepankan efisiensi yang tinggi pada sebuah industri,
sehingga timbulan/hasil limbah dari sumbernya dapat dicegah dan dikurangi.
Penerapan produksi bersih akan menguntungkan industri karena dapat menekan
biaya produksi, adanya penghematan, dan kinerja lingkungan menjadi lebih baik.
Penerapan produksi bersih di suatu kawasan industri dapat digunakan sebagai
pendekatan untuk mewujudkan Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan.
a. Manfaat
Lingkungan Yang Aman Dan Sehat
Jika perusahaan
dapat menurunkan tingkat dan beratnya kecelakaan – kecelakaan kerja, penyakit,
dan hal – halyang berkaitan dengan stress, serta mampu meningkatkan kulitas
kehidupan kerja para pekerja, perusahan akan semakin efektif. Peningkatan – peningkatan
terhadap hal ini akan mengasilkan :
· Mengingkatkan
produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang
· Meningkatnya
efisensi dan kualitas kerja yang lebih berkomitmen
· Menurunnya biaya – biaya kesehatan dan asuransi
· Tingkat Kompensasi pekerja dan pembayaran langsung
yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim
· Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar
sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan
· Rasio seleski tenaga kerja yang lebih baik karena
meningkatnya citra perusahaan
b. Kerugian Lingkungan Kerja
Yang Tidak Aman dan Tidak Sehat
Jumlah biaya yang besar sering
muncul karena ada kerugian – kerugian akibat kematian dan kecelakaan di
tempat kerja dan kerugian menderita penyakit – penyakit yang berkaitan
dengan kondisi pekerjaan
c. Gangguan Terhadap Keselamatan Dan
Kesehatan kerja
Baik aspek fisik maupun sosio-psikologis lingkungan
pekerjaan membawa dampak kepada keselamtan dan kesehatan kerja salah satunya
sebagai berikut :
1. Kecelakaan – Kecelakaan Kerja
Perusahaan – perusahaan tertentu atau departemen tertentu
cenderung mempunyai tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi dari pada
lainnya. Beberapa karakteristik dapat menjelaskan perbedaan tersebut Sebagai
ahli menunjuk pekerja sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan. Kecelakan
bergantung pada perilaku pekerja, tingakt bahaya dalam lingkungan pekerja, dan
semata – mata nasib sial Pekerja Berperangai Sadis Kekerasan di tempat
pekerja meningkatkan dengan pesat, dan perusahaan dianggap bertanggung jawab
terhadap hal itu
2. Penyakit
– Penyakit Yang Diakibatkan Pekerjaan
Sumber – sumber potensial penyakit- penyakit yang
berhubungan dengan pekerjaan sama beragamanya seperti gejala – gejala penyakit
tersebut.
· Kategori Penyakit Yang Berhubungan Dengan Pekerjaan
Dalam jangak panjang, bahaya – bahaya di lingkungan tempat
kerja dikaitkan dengan kanker kelenjar tiroid, hati, paru – paru, otak, ginjal
dan lain – lain
· Kelompok – kelompok Pekerja Yang Berisiko
d.. Kehidupan Kerja Berkualitas Rendah
Bagi banyak pekerja, kehidupan kerja berkualitas rendah akan
menyebabkan oleh kondisi tempat kerja yang gagal untuk memenuhi preferesnis –
preferensi dan minat – minat tertentu seperti rasa tanggung jawab,
keinginan akan pemberdayaan dan keterlibatan dalam pekerjaan tantangan, harga
diri, pengendalian diri, penghargaan, prestasi, keadilan, keamanan, dan
kepastian
e. Stress Pekerjaan
Penyebab umum stress bagi banyak pekerja adalah supervisor
(atasan), salary (gaji), security (keamanan), dan safety (keselamatan). Aturan
– aturan kerja yang sempit dan tekanan – tekanan yang tiada henti untuk
mencapai jumlah produksi yang lebih tinggi adalah penyebab utama stress yang
dikaitkan para pekerja dengan supervisor.
f. Menyiapkan
Organisasi K3
Organisasi K3 yang harus ada di
perusahaan yaitu P2K3 (Panitia Pembina K3) adalah jantung dari sukses sistem
manajemen K3. P2K3 merupakan wadah kerjasama antara unsur pimpinan perusahaan
dan tenaga kerja dalam menangani masalah K3 di perusahaan.
Manfaat dibentuknya P2K3 adalah:
Mengembangkan kerjasama bidang K3
Meningkatkan kesadaran dan partisipasi tenaga kerja terhadap K3
Forum komunikasi dalam bidang K3
Menciptakan tempat kerja yang nihil
kecelakaan dan penyakit akibat kerja
g. Sebuah bagian
pengaturan
rincian tentang bagaimana
kegiatan-kegiatan khusus, fungsi dan masalah yang akan dikelola, seperti:
o
Identifikasi, penilaian dan pengendalian risiko;
o
program pemantauan, audit, inspeksi;
o
prosedur tanggap darurat;
o
pertolongan pertama;
o
pelaporan dan investigasi kecelakaan / insiden ;
o
keselamatan untuk operasional tertentu atau misalnya peralatan
listrik aman, bahan berbahaya dan penanganan
manual;
o
bagaimana kemajuan tentang keselamatan dan kesehatan akan diukur dan
Kebijakan akan dievaluasi.
D. Reliabilitas
Reliabilitas, atau keandalan,
adalah konsistensi dari serangkaian pengukuran atau
serangkaian alat ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukuran
dari alat ukur yang sama (tes dengan tes ulang) akan memberikan hasil yang
sama, atau untuk pengukuran yang lebih subjektif, apakah dua orang penilai memberikan skor yang
mirip (reliabilitas antar penilai). Reliabiltas
dalam penelitian
1.
Ketergantungan (dependability).Konsep
ketergantungan berkaitan erat dengan keterandalan. Hasil dari pengujian awal diharapkan
akan konsisten dengan pengujian-pengujian berikutnya.
2.
Hasilnya
selalu berupa numerik dan tak boleh
berubah-ubah, karena merupakan karakteristik dari proses
ukuran. Reliabilitas selalu
menunjukkan keandalan instrumen penelitian
dalan berbagai bentuk, yakni hasil pengujian yang sama jika dilakukan oleh
orang yang berbeda (inter-penilai), hasil pengujian yang sama jika
dilakukan oleh orang yang sama dalam waktu berbeda (pengetesan ulang), hasil
pengujian yang sama jika dilakukan oleh orang yang berbeda dalam waktu
bersamaan dengan tes yang berbeda (bentuk paralel), dan hasil pengujian yang
sama dengan menggunakan berbagai pernyataan-pernyataan
membangun (konsistensi internal).
3.
Cara meningkatkan
2.
Setiap pengukuran harus merujuk
pada satu dan hanya satu konsep/variabel. Sebuah variabel harus spesifik agar dapat mengurangi intervensi informasi dari
variabel lain.
3.
Menggunakan
level pengukuran yang tepat.. Semakin tinggi atau semakin
tepat suatu level pengukuran, maka
variabel yang dibuat akan semakin reliabel karenainformasi yang dimiliki
semakin mendetail. Prinsip
dasarnya adalah cobalah melakukan pengukuran pada level paling tepat yang
mungkin diperoleh.
4.
Gunakan
lebih dari satu indikator. Dengan adanya lebih dari satu indikator yang spesifik, peneliti dapat
melakukan pengukuran dari range yang lebih luas terhadap konten definisi
konseptual.
Gunakan Tes
Pilot, yakni dengan membuat satu atau lebih draft atau
dalam sebuah pengukuran sebelum menuju ke tahap hipotesis (pretest).
Dalam penggunaan Pilot Studies, prinsipnya adalah mereplikasi pengukuran yang
pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu
dari literatur-literatur yang berkaitan. Selanjutnya
, pengukuran terdahulu dapat dipergunakan sebagai patokan dari pengukuran yang
dilakukan peneliti saat ini. Kualitas
pengukuran dapat ditingkatkan dengan berbagai cara sejauhdefinisi dan pemahaman yang
digunakan oleh peneliti kemudian tetap sama.
E.
Wearability
Wearability merupakan
daya tahan pakai suatu benda atau alat , daya tahan pakai dibagi menjadi 2
macam yaitu : Barang tidak tahan lama (Nondurable goods). Barang tidak tahan
lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau
beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian
normal kurang dari 1 tahun
F.
Failure
Failure artinya adalah kegagalan. Kegagalan dalam ilmu
teknik mesin ialahterjadi dalam dua mode umum : Kegagalan Statis dan Kegagalan
Kelelahan. Kegagalan Struktur Statis terjadi ketika, diatas sedang dimuat
(memiliki kekuatan diterapkan) objek yang dianalisis baik istirahat atau acat
plastis, tergantung pada criteria untuk kegagalan. Kelelahan kegagalan terjadi
ketika objek gagal setelah sejumlah siklus bongkar muat diulang. Kelelahan
kegagalan terjadi ketika ketidaksempurnaan dalam objek : Celah mikroskopis pada
permukaan objek, misalnya akan tumbuh sedikit dengan setiap siklus (propagasi)
sampai retak cukup besar untuk menyebabkan kegagalan utama. Kegagalan tidak
hanya didefinisikan sebagai saat istirahat bagian, namun, itu didefinisikan
seperti ketika bagian tidak dapat beroperasi lagi sebagaimana mestinya.
Contohnya : Kegagalan
yang dimaksud disini adalah kegagalan yang tidak bisa diubah menjadi baik
seperti semula , seperti pada lumpur lapindo, pengeborang minyak yang dilakukan
mengalami kebocoran sehingga lumpur keluar ke permukaan bumi sehingga hal itu
tidak dapat diubah seperti semula.
Langganan:
Postingan (Atom)